list

dvd-paket-belajar-cisco-ujian-ccna-640

aplikasi

form aplikasiapplication

Trend, Support & Resistance, Overbought-Oversold

Nah, perhatikan baik-baik kelima istilah ini karena jika Anda benar-benar tidak memahaminya maka Anda tidak akan pernah mengetahui bagaimana menentukannya dan dengan demikian tamatlah riwayat perjalanan forex trading Anda.

Dalam bertrading, keuntungan hanya dapat kita peroleh ketika harga bergerak. Ya. Hanya ketika harga bergerak. Entah dia bergerakn naik atau bergerak turun. Nah kecenderungan harga yang bergerak dalam satu arah itulah yang dimaksud dengan trend. Trend sendiri sangat berguna dan merupakan bagian terpenting dalam menentukan posisi Anda dalam bertrading. Berhubung posisi dalam trading hanya ada dua yaitu buy dan sell, maka trend pun hanya memiliki dua jenis yaitu uptrend dan downtrend. Bahasa Indonesianya ya trend naik dan trend turun. Mari perhatikan gambar dibawah ini:

Image and video hosting by TinyPic

Coba bayangkan jikalau kita tidak mengetahui bagaimana caranya mencari trend dalam pergerakan harga seperti ini. Ketika harga sedang berada dalam trend turun Anda membuka sebuah posisi buy dan sebaliknya ketika harga bergerak naik, Anda membuka posisi sell. Hegh… Paling tidak Anda tidak akan bisa tidur nyenyak dalam keadaan demikian karena posisi yang tersangkut hehehe.

Jadi menentukan trend yang sedang terjadi adalah sangat penting dan tidak boleh Anda abaikan begitu saja. Abaikan, maka trading Anda hanya akan menjadi sebuah perjudian. Remehkan, maka market akan menendang Anda hingga terasa sakit berhari-hari dan kadang berbulan-bulan. Bergantung efek sosial yang ditimbulkannya karena Anda kehilangan sejumlah uang.

Kebanyakan analisa teknikal digunakan untuk memprediksi trend dan sejauh mana trend akan berlangsung. Beberapa indikator seperti Moving Average atau Parabolic SAR juga digunakan untuk mengetahui sedang kemanakah market sedang berlari.

Namun ada keadaan-keadaan dimana market tidak bergerak naik atau turun yang biasa disebut side ways. Dalam keadaan demikian, membuka posisi beli atau jual sama saja menghabiskan kesabaran yang pada akhirnya menggerus emosi Anda dalam bertrading. Situasi side ways biasanya terjadi ketika market Eropa atau Amerika sedang tutup atau sedang menunggu berita besar. Dalam keadaan demikian tidak banyak perdagangan yang terjadi sehingga menyebabkan situasi side ways terjadi. Well, hindari keadaan itu.

Support dan Ressistance

Istilah lainnya yang perlu Anda ketahui adalah yang biasa dinamakan dengan Support dan Ressistance. Sekarang mari kita perhatikan bersama ketika sebuah trend sedang berlangsung. Katakanlah sebuah uptrend. Adakah sebuah trend yang tidak pernah berakhir? Tentu tidak. Setiap kenaikan akan mencapai titik puncaknya untuk kemudian berhenti naik dan berlanjut dengan penurunan. Demikian juga sebaliknya, ketika harga bergerak turun, akan ada suatu saat dimana penurunan berhenti dan harga kembali naik.

Titik-titik dimana kenaikan dan penurunan harga tersebut berhentilah yang dinamakan titik support dan ressistance. Batas bawah dari pergerakan harga biasa dinamakan dengan Support sementara batas atasnya biasa disebut sebagai ressistance.

Kedua titik tersebut sangat vital dalam trading Anda kelak. Tanpa mengetahui titik tersebut maka kita hanya dapat mengikuti trend tanpa mengetahui bahwa sebenarnya umur trend tersebut sudah tidak akan lama lagi akan akan digantikan dengan trend sebaliknya atau situasi side ways.

Ada banyak cara dalam menentukan sebuah titik support dan ressitance. Beberapa trader menggunakan indikator untuk mengetahuinya. Lainnya menggunakan deret Fibonacci sementara yang lain menggunakan history pergerakan harga dimasa lampau. Saya sendiri tidak mau terlalu pusing untuk menghitung support ressistance dengan menggunakan perhitungan yang rumit. Bagi saya forex sudah cukup rumit dengan analisa dan psikologi yang kompleks didalamnya. Jadi, mengapa tidak kita sederhanakan saja? Sometimes simple is better.

Cara yang termudah dalam menentukan support dan ressistance adalah dengan mengetahui pergerakan harga terrendah dan tertinggi dimasa yang lalu pada periode tertentu, misalnya satu bulan. Coba perhatikan grafik berikut ini:

Image and video hosting by TinyPic

Grafik diatas adalah grafik untuk GBPUSD pada tanggal 20 hingga tanggal 26 April 2007 dengan periode 1 jam. Perhatikan bahwa harga bergerak naik tetapi tidak melebihi daerah yang telah diberi tanda garis berwarna biru. Ketika harga bergerak naik hingga mendekati 2.0060 maka seolah-olah harga kehilangan kemampuannya untuk bergerak naik lagi melewati titik tersebut dan sebaliknya ketika dia bergerak turun, harga tidak dapat menembus titik 1.9970 yang merupakan batas terrendahnya. Titik 2.0060 itulah yang dinamakan dengan ressistance dan 1.9970 dinamakan support.

Kedua titik ini sebenarnya adalah cerminan titik psikologis yang diakui oleh pelaku pasar secara bersamaan. Seperti kita ketahui bersama bahwa pada dasarnya pergerakan harga ditentukan oleh hukum demman and supply (permintaan dan penawaran). Ketika permintaan naik sementara penawaran tetap maka mata uang akan menguat dan sebaliknya ketika penawaran banyak dan permintaan tetap maka mata uang akan melemah dikarenakan banyaknya supply yang beredar di pasar.

Nah dalam keadaan harga uptrend misalnya, maka secara psikologis akan menyebabkan tergulirnya bola salju besar dan saling menguatkan. Ketika harga mulai merangkak naik maka para trader seperti biasanya akan mengikuti trend yang sedang terjadi dan mengambil sebah posisi buy. Hal ini mengakibatkan permintaan naik sehingga harga terus terdongkrak naik.

Namun dilain sisi mayoritas trader juga mengantisipasi berakhirnya trend dengan mengambil sebuah titik ressistance tertentu. Pada titik itu mereka tidak lagi melakukan aksi buy sebaliknya mereka akan melakukan aksi profit taking dengan menjual mata uang yang telah mereka beli sebelumnya. Nah jikalau semua orang melakukan hal demikian secara otomatis permintaan berkurang dan kenaikan mata uang mulai kehilangan tenaganya. Akibatnya, harga kembali bergerak turun.

Jadi kuncinya disini adalah bagaimana menentukan titik support dan ressistance yang sama dengan titik support ressistance pasar secara kolektif. Jika kita mengetahui titik-titik ini maka trading akan jauh lebih mudah.

Lalu sekarang muncul pertanyaan baru dalam benak kita: Mungkinkah titik support dan ressitance tersebut dapat ditembus oleh pergerakan harga? Jawabannya adalah mungkin. Sulit memang tapi mungkin-mungkin saja.

Dalam keadaan dimana pembeli menang dan penjual lebih sedikit, tentu saja harga dapat kembali terus naik meskipun sudah mencapai titik ressistancenya. Dalam keadaan demikian maka sebenarnya suara titik support dan ressistance pada market tidak seragam dan terbagi menjadi beberapa kelompok. Satu kelompok memperkirakan harga tidak akan naik sampai level tertentu sementara kelompok lainnya berpendapat harga dapat naik melewari level yang ditentukan kelompok pertama. Jika kelompok kedua menang, tentu saja support atau ressistance akan pecah.

Apa yang akan terjadi ketika titik sup dan res tersebut tertembus? Jawabannya adalah akan terbentuk titik support dan ressistance yang baru. Titik ressistance yang tertembus akan menjadi titik support sementara titik ressistance baru akan kembali terbentuk. Perhatikan gambar berikut:

Image and video hosting by TinyPic

Ini merupakan grafik GBPUSD dengan menggunakan time frame harian. Nampak pada daerah yangi diberikan tanda lingkaran, harga menembus titik ressistancenya. Akibatnya harga bergerak semakin menjauhi titik ressistance tersebut hingga terbentuk titik ressistance baru pada garis horizontal paling atas.Titik ressistance yang tadinya tertembus kini berubah menjadi titik support yang baru dan kini harga bergerak pada rangenya yang baru.

Kini persoalan berikutnya yang tertinggal adalah bagaimana mengetahui bahwa harga akan menembus titik support ressistance nya atau tidak. Hahaha, kalau sudah sampai disini Anda harus mempelajari beberapa instrumen analisa teknikal terutama yang bertipe oscillator untuk menegetahui titik jenuh beli atau jenuh jualnya. Perlu juga diperhitungkan situasi fundamental yang terjadi. Tidak mudah memang. Sebagian besar mengetahui titik-titik kritikal tembus tidaknya sup dan res dari pengalamannya setelah bertahun-tahun trading. Ya saya juga sih. Jadi harus diakui pengalaman itu penting.

Ok anak-anak sampai disini pelajaran sup dan res kita. Cukup mudah bukan? (Apakah saya mendengar ada yang berseru: “Ya bu guru…”)

Overbought dan Oversold

Ok kita masuk point berikutnya dari analisa teknikal yaitu istilah yang dinamakan sebagai jenuh beli dan jenuh jual (overbought-oversold atau biasa disingkan OB dan OS saja biar tidak capek menulisnya). OB dan OS merupakan keadaan dimana harga tidak dapat lagi melanjutkan trendnya dikarenakan sudah terlalu mahal atau terlalu murahnya harga sehingga trend tidak dapat lagi dilanjutkan. Berbeda dengan sup dan res yang merupakan level psikologis yang pada dasarnya hanyalah kesepakatan bersama tidak resmi diantara sesama trader, OB dan OS sendiri merupakan sebuah keadaan yang lumrah dan nyata terjadi di pasar (bukan semata perkara psikologis).

Andaikata sebuah trend naik sedang terjadi, maka dalam keadaan ini mata uang menjadi lebih mahal dari biasanya. Jika kita menemukan grafik GBPUSD sedang menanjak naik misalnya, itu artinya GBP sedang bertambah mahal nilainya dibandingkan USD. Pelaku pasar terus menerus memburu GBP dikarenakan diharap harga akan terus beranjak naik dan mereka pun masih memiliki modal yang cukup untuk melakukan aksi belinya.

Namun akan ada suatu titik dimana pembeli tidak mungkin lagi membeli GBP dikarenakan harganya sudah terlalu mahal. Bukan saja perkara pendapat pembeli bahwa harga terlalu mahal, tapi lebih dari itu adalah modal mereka sudah tidak dapat lagi mencukupi untuk membeli GBP dalam jumlah tertentu. Nah keadaan inilah yang dinamakan titik jenuh beli atau OB.

Sebaliknya ketika downtrend sedang terjadi, akan ada suatu titik dimana harga akan berhenti turun dikarenakan harga jual sudah terlalu murah sehingga penjual tidak mungkin lagi menjual mata uangnya atau mereka akan merugi. Inilah yang dinamakan jenuh jual OS.

Dalam keadaan harga mencapai titik OB atau OS nya maka diharapkan harga akan berbalik arah dan trend akan segera berhenti. Jadi ketika bergerak naik dan titik OB sudah tercapai, maka harga akan kembali trend naik akan berhenti lalu digantikan dengan bergerak turunnya mata uang. Begitu juga sebaliknya ketika harga bergerak turun lalu kemudian memasuki area OS maka harga akan bergerak kembali naik dan trend turun pun berhenti.

­Sering kali OB dan OS juga terjadi pada titik-titik Sup dan Res dikarenakan memang keduanya adalah titik yang bersifat sama yaitu trend counter. Namun tidak selalu demikian. Tentu saja keputusan buy dan sell akan sangat menunjang sekali apabila harga tidak berada pada titik-titik ekstrim ini.

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana caranya menentukan titik OB dan OS ini? Cara yang termudah adalah dengan menggunakan indikator bertipe Oscillator seperti RSI atau Stochastic. Indikator-indikator ini memang dirancang untuk menentukan titik-titik OB dan OS.

Mari kita gunakan salah satu contoh indikator: yaitu Stcohastic Oscillator. Pada Stocastic, area OB terjadi ketika nilai Stochastic berada pada level diatas 80 dan OS terjadi ketika Stochastic berada pada level dibawah 20. perhatikan gambar berikut ini:

Image and video hosting by TinyPic

Area yang diarsir berwarna oranye merupakan area jenuh beli dan jenuh jual. Anda dapat melihatnya pada lingkaran berwarna merah yang saya gambarkan. Ketika harga bergerak turun dan kemudian menyentuh area jenuh jualnya maka harga kembali bergerak naik dikarenakan harga sudah terlalu murah untuk dijual oleh penjual. Keadaan yang sama juga terjadi pada area jenuh beli.

Perihal penggunaan Stiochastic ini lebih detil kita akan bahas pada sesi berikutnya dari analisa teknikal. Harap bersabar.
Nah dengan memperhatikan kita dapat memperkirakan kapankan sebuah trend berakhir dan digantikan dengan trend berikutnya. Dengan demikian kita dapat mengatur timing pembukaan posisi menjadi lebih baik lagi.

See you at the next lesson.

Membaca Candlestik

Untuk memulai sebuah analisa, kita harus mampu membaca grafik terlebih dahulu. Grafik yang biasa dipakai adalah sebuah grafik sederhana antara harga vs waktu. Sumbu “X” sebagai waktu dan sumbu “Y” sebagai harga. Namun dikarenakan tampilannya yang menggunakan time frame tertentu serta berwarna warni, kita perlu mempelajari caya membacanya terlebih dulu. Selamat datang dalam Candlestick!

Perhatikan gambar dibawah ini. Ini disebut “Candlestick Chart” karena bentuknya yang seperti lilin. Grafik ini diambil dari Netdania (www.netdania.com), penyedia realtime chart untuk forex. Selain Netdania ada banyak penyedia chart lainnya yang dapat diakses dengan cuma-cuma tanpa harus membayar sepeser pun. Masing-masing penyedia memiliki chart dan tampilannya yang berbeda satu sama lain. Tidak menjadi masalah menurut BelajarForex karena jikalau kita bisa menggunakan satu buah chart platform pun seharusnya platform lain hanya membutuhkan sedikit penyesuaian.

Grafik ini dibuat pada abad ke 17 oleh orang-orang Jepang yang awalnya digunakan untuk memantau pergerakan harga pada produk-produk komoditi. Steven Nison dikenal sebagai orang pertama yang mempopulerkan chart model ini. Sifatnya yang sangat representatif karena terdiri dari High, Low, Open dan Closing Price membuat grafik ini paling populer dipakai oleh para analis forex. Jika Anda terbiasa dengan produk-produk sekuritas, grafik ini tidak pernah digunakan untuk memantau harga. Kenapa? Sederhana, harga sekuritas hanya memerlukan closing price saja tidak seperti pada forex trading.

Sebenarnya ada lagi jenis grafik lainnya seperti bar chart, dot chart, line chart, dan lainnya. Namun candlestick memang lebih banyak digunakan oleh para trader karena tampilannya yang representatif alias mudah dibaca.

Image and video hosting by TinyPic

Gambar diatas adalah grafik untuk nilai tukar GBP/USD. Jika Anda melihat garis biru putus-putus dibagian atas itu adalah harga terakhir dari nilai GBP/USD yaitu sebesar 2,0052. Artinya satu GBP harganya USD 2,0052 (ingat cara membaca quote yang pernah diterangkan pada modul sebelumnya). Lihat juga tulisan kecil di bagian kiri atas yang tertulis “1 hour”. Itu artinya satu candle (satu batang) mewakili pergerakan harga untuk satu jam.

Interpretasi candlestick didasarkan “pattern” yang ada. Candle yang berwarna hijau artinya harga bergerak naik atau closing price lebih tinggi nilainya dibanding opening price. Sebaliknya, candle berwarna merah artinya harga bergerak turun atau clsoing price lebih rendah nilainya dibanding opening price. Lalu apa garis vertikal diatas dan dibawah dari candle itu? Itu adalah highest price dan lowest price selama periode yang diberikan. Dalam contoh diatas adalah harga terendah dan tertinggi untuk setiap jamnya karena periode yang digunakan adalah per-jam.

Jika memakai istilah Bullish dan Bearish maka yang berwarna hijau adalah Bullish pattern dan yang berwarna merah adalah Bearish pattern. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini:

Jangan heran bila Anda menemui warna yang berbeda untuk kedua harga diatas misalnya biru dengan merah. Tidak masalah, bergantung masing-masing chart provider dalam memberikan warna.

Nah, sekarang perhatikan gambar dibawah ini:

Image and video hosting by TinyPic

Ini adalah candlestick untuk GBP/USD pada tanggal 24 April 2007 dengan menggunakan periode grafik 1h (artinya 1 Candlestick mewakili pergerakan selama 1 jam). Sumbu “X” khususnya bagian yang saya beri tanda kotak merah merupakan jam pergerakan yang hendak kita bahas. Jam menunjukkan pukul 09.00 dan 10.00 WIB yang artinya Candlestick diatasnya mewakili pergerakan dari pukul 09.00 dan pukul 10.00. Begini cara membacanya: Pada jam 09.00 harga dibuka pada 1.9987 untuk kemudian ditutup pada pukul 10.00 pada 1.9987. Dari grafik berwarna merah ini menunjukkan bahwa highest price adalah sama dengan opening price yang ditandai tidak adanya garis vertikal pada bagian atas liln. Untuk lowest price berada pada kisaran 1.9955.

Untuk pukul 10.00 hingga pukul 11.00 harga dibuka pada 1.9971 dan kemudian ditutup di 1.9974. Untuk highest dan lowest price ada pada kisaran 1.9980 dan 1.9960. Demikian seterusnya dan berlanjut ke candle lainnya.

Sekarang muncul pertanyaan, apakah opening price itu harus sama nilainya dengan closing price pada candle sebelumnya? Tidak. Tidak harus, dan kenyataannya sering terjadi bahwa opening price berbeda dengan closing price pada hari sebelumnya. Ini seringkali terjadi bila melewati hari libur (Sabtu dan Minggu) ada jika ada kejadian khusus. Ketidak samaan ini biasa disebut “gap.” Gap biasa digunakan para analis teknikal untuk memprediksi harga.

Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah:

Image and video hosting by TinyPic

Pembahasan mengenai gap akan dipisahkan dari artikel ini karena memang sudah menyinggung analisa secara teknikal dan cukup luas. Untuk sementara cukuplah bagi kita untuk dapat membaca candlestick sebelum mengetahui analisa teknikal. Jangan lupa untuk membaca artikel lainnya pada website ini untuk memperdalam kemampuan analisa Anda.

Nah, sekarang Anda sudah mengetahui kunci pembacaan grafik forex paling tidak sudah bisa meraba arah pergerakan harga. Mungkin Anda berpikir: “Gotcha! Akhirnya aku sudah bisa membuka real account! Woo hoo…”

Tunggu dulu. Bisa membacanya belum tentu bisa mendapatkan keuntungan. Lanjutkan sekolah forex Anda sampai selesai sebelum Anda memutuskan membuka real account. Sampai bertemu di kelas berikutnya.

Kita akan mulai mempelajari analisa teknikal! Horeee. Prepare your brain men!

Jenis-jenis Grafik Forex

Hari ini kita akan belajar berbagai jenis grafik dalam dunia forex. Ada beberapa jenis grafik forex yang biasa dikenal. Untuk dapat melakukan analisa teknikal, kita perlu memahami berbagai grafik tersebut. Namun dalam prakteknya nanti kita hanya akan menggunakan Candlestick sebagai tampilan grafik. Apa saja grafik tersebut?

Dikarenakan keseharian Anda bertrading forex kelak tidak akan lepas dari grafik maka menguasai grafik dan memahami cara pembacaan grafik adalah hal yang tidak boleh diabaikan. Bertrading forex tanpa bisa membaca grafik? Itu sama saja menjalankan kendaraan tanpa setir! Jadi cukup gas dan rem saja dan kita lihat bagaimana hasilnya.

Ada berbagai macam jenis grafik yang biasa digunakan ketika Anda bertrading forex. Namun secara garis besar grafik forex terdiri dari beberapa jenis:

* Line Chart
* Dot Chart
* Bar Chart
* Candlestick Chart

Berikut adalah gambar masing-masing grafik untuk mata uang GBPUSD:

Image and video hosting by TinyPic

Untuk grafik, kita akan menggunakan grafik online dari Netdania (www.netdania.com) dalam contoh maupun tampilan gambarnya. Anda dapat melihat grafik diatas pada link berikut: http://www.netdania.com/ChartApplet.asp

Jika dimasa sekolah dahulu kita sudah mengenal Bar Chart dan Line Chart, mungkin dot dan candlestick terdengar asing bagi Anda. Kabar buruknya, Anda akan menggunakan Candlestick sepanjang sekolah ini. Kabar baiknya, itu tidak susah untuk dipelajari.

Ada juga beberapa grafik custom lainnya yang sangat jarang digunakan oleh trader-trader pemula. Beberapa jenis grafik didesain untuk memprediksikan batas-batas pergerakan harga (support dan ressistance) sedangkan lainnya digunakan untuk menyederhanakan fluktuasi pergerakan mata uang tertentu. Jangan khawatir, bahkan tanpa perlu mempelajadi ilmu grafik seperti itu pun Anda dapat membuat profit pada forex trading. Cepat atau lambat nanti Anda akan mempelajari bahwa penentu profit terbesar ada pada sikap mental yang siap dan disiplin.

Bar chart lebih sering digunakan oleh para trader Amerika dalam menganalisa pergerakan mata uang. Sementara trader Asia dan Eropa lebih sering menggunakan Candlestick dalam melakukan analisa teknikal. Untuk Line Chart dan Dot Chart penggunaannya sangat terbatas pada lingkungan tertentu saja. Hal ini disebabkan informai yang disampaikan pada line chart dan dot chart tidak selengkap Candlestick dan Bar Chart.

Candlestick sendiri selain mampu menginformasikan pergerakan harga pada jam tertentu, pembacaannya jauh lebih mudah dikarenakan menambahkan warna pada grafik-grafiknya. Dengan demikian Anda tidak perlu lagi membedakan apakah grafik yang sedang dianalisa adalah grafik naik atau grafik turun.

Pelajaran berikutnya kita akan mempelajari bagaimana caranya membaca Candlestick ini. Sebuah grafik yang tidak kita kenal dalam dunia sehari-hari namun sangat umum dalam forex.

Pengantar Analisa Teknikal

lMari kita mulai dengan asumsi yang mendasari analisa teknikal. Dalam hal ini saya akan mengambil sebuah pendekatan ekstrim supaya Anda dapat memahami bagaimana sebuah analisa teknikal dipakai dalam memperoleh gain pada forex trading. Tentu saja dalam prakteknya tidaklah demikian. Anda dapat memadukan kedua analisa (fundamental dan teknikal) guna memperoleh sistem trading yang terbaik bagi Anda.

Para chartist (pihak yang melakukan analisa teknikal), percaya bahwa mereka dapat mengetahui pola-pola pergerakan harga kurs di masa mendatang dengan berdasarkan pada observasi pergerakan kurs di masa lalu. Singkatnya mereka memegang jargon ini: “History always repeats it self.” Filosofi ini tentu saja bertentangan dengan para fundamentalis dimana keputusan investasi atas nilai suatu mata uang didasarkan pada faktor fundamental ekonomi, politik dan moneter negara yang bersangkutan.

Senjata utama para analis teknikal adalah grafik (chart – itulah mengapa mereka disebut chartist). Melalui chart inilah mereka dapat melihat trend yang sedang berlangsung, rentang waktu trend, volume transaksi dan level-level psikologis yang ada. Jika Anda telah mampu mengetahui 4 hal tersebut, tentu saja keuntungan besar segera akan mengalir deras ke kocek Anda. Mari saya ulang:

1. Trend

2. Volume transaksi

3. Level-level psikologis (support dan resistance)

4. Periode waktu yang terjadi.

Yup, itu saja. Memang tujuan para chartist adalah memprediksikan ke empat hal ini. Namun sekarang yang menjadi pertanyaan adalah seberapa akurat kemampuan kita memprediksi harga? Nah itulah yang memang harus terus menerus di asah tiap-tiap hari. Tidak ada satu pun metode yang sempurna baik fundamental maupun teknikal. Pengalaman dan diri sendiri memegang peranan sentral disini.

Analisa teknikal sendiri memiliki beberapa section atau dasar analisa yang berbeda. Secara garis besar analisa teknikal dibagi menjadi beberapa cabang besar yaitu:

Image and video hosting by TinyPic

Apakah analisa teknikal memiliki kelemahan?? Tentu saja. Seperti saya katakan barusan, tidak ada yang sempurna. Mari saya sarikan kelemahan kedua analisa ini dalam bentuk tabel:

Image and video hosting by TinyPic

Nah itu saja untuk perkenalan pada analisa teknikal. Pada bagian berikutnya kita langsung saja berkenalan dengan grafik. Pasti Anda tidak menginginkan terlalu banyak informasi yang akhirnya malah membuat Anda pusing bukan?

Akhir Kata Buat Duckers

Ok, Anda telah menyelesaikan tingkat pertama dari kelas forex kita. Belum siap bertrading namun sekarang Anda telah memiliki dasar pengetahuan forex yang mencukupi sebelum memulai sisi praktis dalam forex. Setidaknya Anda telah mengetahui resiko dan mekanisme perdagangan forex pada saat Anda melakukan aksi beli atau jual.

Tingkat berikutnya Anda tidak akan lagi bertemu artikel-artikel teoritis dan tidak praktis seperti yang Anda temui dalam Sitting Duck Class. Pada Walking Lamb Class (kelas berikutnya setelah Sitting Duck) kita akan mulai membicarakan hal-hal praktis dalam bertrading forex. Dan tentu saja sebuah praktek! Untuk itu, sudah waktunya Anda memiliki sebuah demo account forex. Kita sudah belajar mengenai platform forex bukan? Kalau begitu mengapa kita tidak mencobanya saja sekarang? Daftarkan diri Anda pada demo account di MasterForex dan mulailah berlatih menggunakan platform tersebut. Jangan khawatir, gratis kok. Tidak perlu membayar sepeser pun dan tidak juga ditanya macam-macam. Cukup daftarkan identitas umum Anda dan juga alamat email dengan benar. Selanjutnya user id dan password demo account akan dikirim ke email Anda.

Klik gambar dibawah ini untuk mendapatkan demo account dari Master Forex

Selanjutnya, ada beberapa hal yang tidak dapat digambarkan dengan kata kata atau bahkan gambar terutama mengenai cara-cara penggunaan platform forex trading atau pun preview lengkap fasilitas forex pada MasterForex. Nah untuk itu jika Anda merasa perlu memahami mekanisme perdagangan forex dengan baik, Kami menyediakan sebuah CD Tutorial forex (audio-video) gratis untuk Anda. Ya! GRATIS. Cukup dengan mengganti ongkos kirim sebesar Rp 10.000 hingga Rp 15.000 (luar kota), CD tersebut sampai ke tangan Anda melalui pak pos. Well, tidak ada paksaan sama sekali. Lagi pula Kami tidak mengambil untung dari penyediaan CD tutorial ini. Cuma 15 ribu.
Pesan forex tutorial CD sekarang!